AIR MATA SOEKARNO.



#Repost @marcellazalianty with @repostapp
・・・
・・・
AIR MATA SOEKARNO.
Konon foto ini jarang sekali dipublikasi, namun demikian foto ini mencirikan bahwa Soekarno juga manusia biasa. Soekarno tak begitu suka diambil fotonya ketika makan dan dalam posisi sedemikian itu. Setidaknya Soekarno menangis dalam tiga kejadian. Pertama, menangis ketika membacakan Pancasila untuk yang pertama kalinya, kedua ketika ia terpaksa menghukum sahabatnya sendiri, Kartosuwiryo. Dan yang ketiga menangis di Pusara jenderal kesayangannya, Achmad Yani, sebagaimana foto ini.

Hari itu, 5 Oktober 1965, menjadi hari yang begitu menyedihkan. Langit menunjukan dirinya tengah berduka. Pertiwi tak lagi berseri, ia begitu sedih menahan duka. Soekarno, tak lagi lantang dalam gagahnya retorika. Ia tertunduk, sedih berupaya sebisa mungkin membendung air matanya. Namun apa daya, kesedihan itu begitu tajam menusuk kalbu.

Ia berderai air mata di pusara sang jenderal yang begitu dicintainya. Sang Jenderal mangkat, mendahuluinya. Menjadi korban fitnahan dan angkara. Dan hari itu, menjadi hari yang begitu kelam, kado terburuk bagi angkatan bersenjata republik yang tengah memperingati kelahiranya. Tak ada derap sepatu lars, dan digantikan tembakan salvo keudara.

Foto : baltyra.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kertas Cinta Kasih Kreativitas Sekolah Minggu

Prakarya SM (Pohon yang berbuah manis dan banyak)